Story Of Tabuh

Haiii semuanya.
Selamat datang dan selamat membaca blog ini.

Perkenalkan saya I Kadek Rama Anggara Wijaya, asal dari Ubud, dan saya bersekolah di SMA Negeri 1 Ubud. Pada kesempatan kali ini, saya berkeinginan untuk membahas hal yang saya senangi yaitu TABUH. Kalian pasti bingung dan bertanya-tanya mengapa saya memilih tabuh sebagai tema dari blog ini, iya/tidak? Alasan saya memilih tabuh sebagai pokok pembicaraan dalam blog saya adalah menabuh merupakan hal yang saya gemari sejak  masih kecil dan saya juga ingin melestarikan budaya tabuh tersebut. Ingin tau selengkapnya?  Don't forget to read.

Story Of Tabuh
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia atau KBBI, tabuh ini artinya adalah bedug atau gendang besar. Namun menurut penerapannya, tabuh  berarti suatu bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh sekelompok  alat musik dan dapat menghasilkan suatu lagu yang indah untuk didengar. Kata tabuh tersebut sering dikaitkan dengan gamelan-gamelan yang ada di Bali. Saat ini, di Bali sudah banyak orang yang menggemari budaya tabuh itu .

Tabuh ini mulai berkembang sejak zaman dahulu sekitar tahun 1900an. Banyak Seniman-seniman tabuh yang berkarya saat itu. Seiring berkembangnya zaman, musik-musik Bali seperti Gong kebyar, Gong Gede, Semarandhana, Semar pegulingan mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Akibat ketertarikan masyarakat terhadap tabuh tersebut, disinilah masyarakat itu mulai menggemari, mulai belajar dan tentunya melestarikan kebudayaan tersebut.

Saya mulai menggemari dunia tetabuhan sejak saya kecil. Jika bukan karena dorongan orangtua yang meminta untuk belajar menabuh, mungkin saat ini hidup saya menjadi hampa. Menurut saya tabuh itu membawa suatu kesan yang membekas dihati, membuat orang yang mendengarnya menjadi kalup dan ikut merasakan setiap alunan musik yang dilontarkan. Setiap hari,setiap detiknya saya menekuni untuk belajar menabuh. Belajar menggunakan Gendang Bali, Gangsa, Calung, dan alat musik lainnya. Di Setiap sekolah yang ada di Bali tentu saja ada yang namanya ekstra Tabuh, seperti yang saya ikuti di sekolah saya. Baik itu tinggkat SD,SMP, ataupun SMA. 

Gambar diatas : merupakan kegiatan menabuh yang saya lakukan di suatu acara keagamaan di Bali, dan saya memainkan alat musik Kendang/gendang.

Dalam pengaplikasiannya, saya sering menabuh bersama satu kelompok dalam satu kawasan di daerah saya, ataupun bersama sekolah. Bisa itu dalam acara festival, lomba, atau dalam upacara keagamaan tertentu. Saya sadar, dengan melakukan hal ini saya dapat membantu untuk melestarikan seni dan budaya Bali, dan saya Bangga menjadi siswa di SMA N 1 Ubud.

Nah itu dia reader, tentang apa yang saya ketahui tentang tabuh sebagai salah satu hal yang sedang saya gemari. Semoga dari hal yang saya tulis diatas dapat memberi manfaat dan motivasi untuk kalian dan saya harap setelah membaca blog ini kalian akan trus mengembangkan dan melestarikan budaya Bali.

Sekian dan terima kasih.



Komentar

Posting Komentar